lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Kepemimpinan dalam Islam bukan sekadar jabatan atau kekuasaan. Amanah itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Hal itu disampaikan KH Fadlil Yani Ainusyamsi atau Ang Icep saat mengulas konsep kepemimpinan menurut Al-Qur’an, Hadis, dan pandangan para ulama. Jumat (31/7/2026).
Menurut Ang Icep, pemimpin harus menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam setiap kebijakan dan tindakan yang diambil.
Ia menegaskan, pemimpin bukan sosok yang harus dilayani. Sebaliknya, pemimpin wajib melayani rakyat dengan adil, jujur, dan penuh tanggung jawab.
Ang Icep menjelaskan, Imam al-Mawardi dalam kitab Al-Ahkam al-Sulthaniyah merumuskan dua tugas pokok pemimpin dalam Islam.
Tugas pertama adalah Hifzh ad-Din, yakni menjaga agama. Pemimpin wajib melindungi akidah, menegakkan syariat, dan memelihara nilai-nilai Islam.
Tugas kedua adalah Siyasah ad-Dunya, yaitu mengatur urusan dunia demi menciptakan keadilan, keamanan, kesejahteraan, dan kemaslahatan masyarakat.
Menurut Ang Icep, kedua tugas tersebut harus berjalan seimbang agar kepemimpinan mampu menghadirkan kehidupan yang damai dan berkeadilan.
Baca Juga : Bupati Ciamis Resmikan Hotel Singacala Dongkrak PAD Daerah
Ia menilai, pemimpin yang amanah akan memperkuat persatuan, menjaga kepercayaan rakyat, serta membawa manfaat bagi kehidupan bersama.Setiap pemimpin, lanjutnya, akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diemban di hadapan Allah SWT.
Karena itu, kepemimpinan Islam harus dijalankan dengan kejujuran, tanggung jawab, keadilan, serta pengabdian demi kepentingan umat dan bangsa. (ES)
