BerandaBerita CiamisSMK Hepweti Ciamis, Menjaga Asa Anak Lewat Pendidikan

SMK Hepweti Ciamis, Menjaga Asa Anak Lewat Pendidikan

lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- SMK Hepweti Ciamis menjaga asa anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui pendidikan berbasis kepedulian. Sekolah ini membekali siswa dengan keterampilan usaha, pengelolaan keuangan, dan kebiasaan menabung untuk membangun kemandirian.

Menjaga asa anak berarti merawat harapan, menumbuhkan semangat, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik meski di tengah keterbatasan ekonomi. Semangat inilah yang diterapkan SMK Hepweti Ciamis, Kamis (1/10/2026).

Meski bukan bagian dari Program Sekolah Rakyat pemerintah, SMK Hepweti menghadirkan pendidikan inklusif yang mendorong siswa mengembangkan potensi, mengasah keterampilan, dan meraih cita-cita.

Modal Rp200 Ribu, Siswa Belajar Berwirausaha

Kepedulian sekolah diwujudkan melalui pembelajaran praktik yang melatih karakter dan kemandirian. Salah satunya, kegiatan kewirausahaan dengan modal sekitar Rp200 ribu untuk setiap kelompok siswa.

Melalui kegiatan ini, siswa belajar menjalankan usaha, mengelola pemasukan dan pengeluaran, membagi hasil, serta menyisihkan keuntungan untuk ditabung.

Hasilnya, sejumlah siswa mampu mengumpulkan tabungan lebih dari Rp1 juta. Pengalaman tersebut mengajarkan pentingnya disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan kecakapan mengelola keuangan sejak dini.

Kepala Sekolah: Keterbatasan Bukan Penghalang

Kepala SMK Hepweti Ciamis, Hari Raka Septian, mengatakan pendidikan harus mampu memahami kondisi setiap siswa, termasuk latar belakang ekonomi keluarganya.

“Kami menyadari tidak semua anak datang ke sekolah dengan kondisi keluarga dan kemampuan ekonomi yang sama. Karena itu, tugas kami bukan hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga memastikan mereka tetap punya kesempatan untuk berkembang dan percaya pada masa depannya,” ujarnya.

Menurut Hari, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai rapor atau ijazah. Keberanian mencoba, keterampilan mengelola uang, dan kemauan menabung juga penting dalam membentuk karakter siswa.

“Kami ingin anak-anak di sini tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga membawa keterampilan, keberanian, pengalaman, dan kemandirian,” katanya.

Ia menegaskan, sekolah dan guru harus hadir mendampingi siswa yang menghadapi keterbatasan agar mereka tetap memiliki kesempatan belajar dan harapan untuk meraih masa depan.

Pendidikan yang Membuka Jalan Masa Depan

Pengalaman SMK Hepweti Ciamis menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak dari keluarga kurang mampu dapat diwujudkan melalui pendampingan guru dan pembelajaran kewirausahaan.

Meski bukan bagian dari Program Sekolah Rakyat, sekolah ini menerapkan semangat pendidikan yang membuka kesempatan bagi siswa untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan nyata.

Baca Juga : Hari Kesaktian Pancasila di Ciamis Berlangsung Khidmat

SMK Hepweti Ciamis Buka Sekolah Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu

Melalui praktik usaha, kebiasaan menabung, dan pendampingan berkelanjutan, siswa didorong mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta belajar mandiri.

Bagi SMK Hepweti Ciamis, pendidikan bukan sekadar mengantarkan siswa meraih ijazah, melainkan membekali mereka dengan keterampilan dan keberanian untuk menghadapi masa depan.

Dari Ciamis, semangat menjaga asa anak terus tumbuh, membuka peluang bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. (ES)

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments