lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Krisis air bersih masih dirasakan warga Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Kondisi itu membuat sejumlah warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.
Persoalan air bersih di Desa Jelat kembali mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi PAN, Asep Rahmat, S.H., M.M. Minggu (4/10/2026).
Ia kembali mengirimkan bantuan air bersih untuk warga. Sebanyak dua mobil tangki dikerahkan dalam penyaluran tersebut.
Total air bersih yang didistribusikan mencapai 10.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekurangan air.
Bantuan air bersih itu disalurkan ke empat dusun, yakni Dusun Ragapulu, Dusun Desa, Dusun Mekarmulya, dan Dusun Nanggewer.
Penyaluran dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
Asep Rahmat tidak dapat turun langsung ke lokasi karena sedang menjalankan tugas di luar kota.
Penyaluran bantuan kemudian diwakilkan kepada stafnya, Muhammad Farhan.
Farhan mengatakan, distribusi air dilakukan dalam satu hari dengan pembagian dua mobil tangki untuk sejumlah wilayah yang membutuhkan.
“Dua truk tangki totalnya 10.000 liter. Di Desa Jelat dibagikan ke empat dusun, yaitu Ragapulu, Desa, Mekarmulya dan Nanggewer,” ujar Farhan.
Menurut Farhan, penyaluran dilakukan berdasarkan koordinasi dengan pihak setempat. Khusus Dusun Nanggewer, distribusi air turut dikoordinasikan bersama kepala dusun.
Sementara itu, mobil tangki lainnya menyalurkan air ke Dusun Ragapulu, Dusun Desa, dan Dusun Mekarmulya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga selama sumber air belum kembali normal.
Kekeringan Masih Dirasakan Warga
Kepala Desa Jelat, Arga Susyla Prayoga, S.E., sebelumnya menyampaikan bahwa kekeringan masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah desa.
Menurut Arga, kondisi tersebut cukup berat bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Saat sumber air mengering atau debitnya menurun, warga harus mencari alternatif untuk mendapatkan air.
“Memang banyak warga yang membutuhkan, terutama masyarakat yang kurang mampu. Ketika air sulit didapat, tentu menjadi beban tambahan bagi mereka,” ujarnya.
Bantuan air bersih melalui mobil tangki menjadi salah satu upaya sementara untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga.
Pemerintah Desa Jelat juga terus memantau kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat.
Jika kekurangan air masih terjadi, koordinasi dengan pihak terkait akan kembali dilakukan.
𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙅𝙪𝙜𝙖 : Ciamis Seleksi Atlet Olahraga Tradisional untuk Maju Provinsi
: Hari Batik, Mia Sumiari Ajak Ciamis Gali Kearifan Lokal
Penyaluran bantuan diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.
Meski Asep Rahmat masih berada di luar kota, bantuan tetap disalurkan melalui stafnya. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan air bersih masyarakat Desa Jelat tetap mendapat perhatian dan tindak lanjut.
Sebanyak 10.000 liter air bersih yang kembali disalurkan diharapkan dapat membantu warga di empat dusun. Bantuan ini menjadi solusi sementara hingga sumber air masyarakat kembali mencukupi. (ES).
